20 November 2010

KEGIATAN LESSON STUDY DI SDN 1 PUTAT LOR

Lesson study adalah suatu proses sistematis yang digunakan oleh guru-guru Jepang untuk menguji keefektifan pengajarannya dalam rangka meningkatkan hasil pembelajaran (Garfield, 2006). Proses sistematis yang dimaksud adalah kerja guru-guru secara kolaboratif untuk mengembangkan rencana dan perangkat pembelajaran, melakukan observasi, refleksi dan revisi rencana pembelajan secara bersiklus dan terus menerus. Menurut Walker (2005) Lesson study adalah suatu metode pengembangan profesional guru. Menurut Lewis (2002) ide yang terkandung didalam lesson study sebenarnya singkat dan sederhana, yakni jika seorang guru ingin meningkatkan pembelajaran, salah satu cara yang paling jelas adalah melakukan kolaborasi dengan guru lain untuk merancang, mengamati dan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan.
Secara lebih operasional lesson study adalah kegiatan pengkajian pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru untuk mengetahui efektivitas dari suatu pembelajaran. Kegiatan dilakukan secara terus untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru. Oleh karena itu guru akan menjadi lebih professional di dalam menjalankan tugasnya. Di Indonesia, lesson study juga dapat diartikan sebagau suatu model pembinaan profesi pendidik melalui peng¬kajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru serta meningkatkan kualitas pembelajaran

BALOK DAN KUBUS

Oleh : ABDUL KARIM, S.Pd 
Saya seorang guru SD Negeri I Putat Lor Menganti Gresik yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal saya.Di sekolah diberi tugas oleh Kepala sekolah sebagai Wali kelas 5 B dan mengajar di kelas 5 A dan 5B pada mata pelajaran  matematika dan IPA.
Pada hari Rabu tanggal 19 Mei 2010  saya mengajar matematika di kelas 5A yang rata-rata kemampuannya muridnya menengah ke bawah.Materi yang saya sampaikan berkaitan dengan Kompetensi Dasar : 6.2 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang dan tujuan pembelajarannya adalah 1.Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat bangun ruang balok dan kubus  2. Siswa dapat menggambar bangun ruang balok dan kubus dengan benar.Sebelum menyampaikan meteri pelajaran saya sudah menyiapakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran beserta media pembelajarannya yaitu balok dan kubus.
Dalam proses pembelajaran suasana kelas tampak menyenangkan ,karena semua siswa tidak ada satupun tampak kerpaksaan dalam menerima pelajaran.Pada saat mengenalkan sifat-sifat balok dan kubus menggunakan metode  demonstrasi dan tugas ,misalnya dengan memperlihatkan mana sisi ,rusuk dan titik sudut pada balok dan kubus dengan menunjuk bendanya kemudian meminta beberapa siswa maju ke depan kelas untuk menunjukkan sisi, rusuk dan titik sudut pada balok dan kubus.Setelah itu saya bertanya kepada siswa,”Apakah kalian sudah mengerti tentang sisi,rusuk dan titik sudut pada balok dan kubus?” Maka secara serempak siswa menjawab ,sudah Pak.Untuk menguji pernyataan siswa ,apa siswa benar-benar sudah paham atau belum maka saya meminta siswa yang bernama Mona maju ke depan untuk menunjukkan sisi dan rusuk balok atau kubus.Dengan agak malu-malu Wanda maju ke depan dan menunjukkan apa yang diperintah guru.Hasilnya ternyata sungguh mengecewakan ,karena yang ditunjuk tidak satupun ada yang benar.Untuk merespon hal itu ,saya segera memberi pertanyaan kepada siswa yang bernama Nabil yang duduk di belakang Mona dengan sebuah pertanyaan yaitu; Ada berapa sisi balok?dan Nabil menjawab ,ada 8 Pak. Mendengar jawaban itu,saya gelengkan kepala dan mengusap dada seraya mengucap istighfar.
Karena jawaban dari siswa yang salah itu saya memutuskan untuk mengulang menjelaskan materi pelajaran dari awal .Dari hasil pengulangan itu ternyata Mona dan temannya lebih paham dan akhirnya saya melanjutkan untuk meminta menggambar balok dan kubus dengan bimbingan guru, yaitu dengan memberi contoh menggambar balok dan kubus di papan tulis.Setelah itu siswa segera menggambar di bukunya masing-masing.Ketika siswa menggambar bangun ruang balok dan kubus ,saya mengelilingi masing-masing siswa sambil memberikan bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan.Pada waktu saya keliling mengamati siswa yang sedang mengerjakan tugas itu menemukan beberapa siswa mengerjakan tugas dengan benar, ada yang kurang benar bahkan ada yang tidak mengerjakan tugas sama sekali.
Menyikapi kepada anak yang tidak mengerjakan tugas,saya bertanya ,”Mengapa kamu tidak  mengerjakan?” Saya tidak punya penggaris,Pak? Sepontan waktu itu ,saya menyuruh anak itu beli penggaris di toko belakang sekolah  dan secepatnya selesaikan tugasnya.Dengan tergesa-gesa siswa itu mengerjakan tugas hingga selesai walaupun hasinya belum sempurna.

17 November 2010

IDENTIFIKASI MASALAH

Oleh : MASKURI

IDENTIFIKASI MASALAH

Daftar masalah pembelajaran yang muncul di kelas
Masalah pembelajaran yang akan dipilih untuk diperbaiki atau diangkat sebagai PTK
Analisis Masalah (Kemungkinan penyebab dan alternatif solusinya)
1.    Siswa kurang perhatian terhadap materi yang disajikan
2.    Siswa belum bisa menunjuk letak negara dengan benar.
3.    Siswa cenderung diam, kurang aktif.
Kurangnya perhatian siswa terhadap materi yang disajikan
1.    Suara guru kurang keras sehingga siswa tidak mendengar apa yang disampaikan oleh guru.
2.    Alat peraga kurang menarik, terlalu rumit.

Semua yang saya tulis ini hanya contoh, silahkan dikomentari jika ada yang kurang cocok

15 November 2010

CASE STUDY


Oleh : MASKURI
PETA BUTA
Saat itu aku mengajar IPS kelas enam pada pokok bahasan MENGENAL NEGARA-NEGARA tetangga. Saya menggunakan peta dinding sedangkan siswa menggunakan atlas sebagai alat peraga.
Pada pembelajaran tersebut saya mengharapkan siswa dapat menemutunjukkan negara-negara tetangga di Asia tenggara dan siswa dapat menyebutkan 10 negara di asia tenggara.
Langkah yang saya tempuh dalam pembelajaran tersebut adalah siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, peta dinding saya pasang di depan kelas dan siswa bersama kelompoknya membuka atlas yang mereka buka. Sebagai langkah berikutnya saya menyebutkan nama negara berturut-turut Malaysia, Singapura, Brunai sedangkan siswa mencari  negara tersebut di atlas, setelah mereka menemukan siswa maju untuk menunjuk negara pada peta dinding yang ada di depan kelas. Hal tersebut saya  lakukan sampai semua negara di Asia Tenggara telah ditunjuk oleh siswa. Setelah saya anggap sudah paham siswa saya suruh untuk menyebutkan nama negara di Asia Tenggara.
Setelah itu peta dinding saya ganti dengan peta buta, sedangkan atlas yang dibawa siswa untuk sementara ditutup. Selanjutnya siswa disuruh maju untuk memberi tanda pada masing-masing negara.
Dari sekian anak ternyata masih ada yang belum bisa menunjuk negara dengan benar kira-kira 25%. Dari hasil pengamatan tersebut saya menganggap pembelajaran yang saya lakukan tidak berhasil, sehingga perlu diperbaiki.
Dari pengalaman tersebut saya bertanya pada diri saya sendiri “Apa yang salah dalam pembelajaran saya?” Dimana letak kesalahan saya?. Mungkinkah alat peraga saya yang salah atau kurang menarik?.
Pada akhirnya saya menyimpulkan bahwa menggunakan alat peraga seperti di atas tidak efektif.

12 Oktober 2010

KEGIATAN BERMUTU INSERVICE




BETTER EDUCATION THROUGH REFORMED MANAGEMENT UNIVERSAL TEACHER UPGRADING (BERMUTU)
Model Bermutu ditekankan pada kajian pengajaran sebagai langkah awal untuk membuka cakrawala guru tentang proses belajar mengajar dar i tiga aspek, yaitu aspek kurikulum, aspek bidang studi atau materi ajar dan aspek praktik pembelajaran.
Melalui kajian pengajaran, guru peserta melakukan observasi dan menganalisis proses belajar mengajar secara cermat. Guru peserta diharapkan dapat mengidentifikasi beragam masalah dalam proses belajar mengajar dan melakukan praktik pembelajaran dengan memperhatikan kesesuaiannya dengan isi kurikulum, materi jar, pendekatan, metode, media dan strategi pembelajaran.
RUANG LINGKUP KEGIATAN
Bahan yang akan dikaji dan didiskusikan para guru peserta KKG sebagai prasarat melaksanakan tahapan belajar bermutu meliputi : pengenalan program dan pendekatan yang digunakan (PTK, Lesson Study dan Case Study); penjelasan secara singkat terhadap masing-masing pendekatan; kajian pengajaran untuk peningkatan kepekaan guru peserta terhadap berbagai permasalahan pembelajaran; berlatih menyusun Case Study.